Para Perindu

19 kali sudah kita bertemu

Entah apa yang harus kurasakan saat ini

Biasa saja kah? atau Berpura merindu mu ?

Sayangnya untuk urusan perasaan, aku tak pandai berpura

Sejujurnya aku memang merindumu, sangat.

Tapi… layak kah aku merindu ?

Terkadang aku berpikir, banyak diantaranya orang-orang yang hanya berpura merindu, hanya berpura menanti.

Aku memang tidak tau apa sebabnya

Dan semoga, itu hanya pikiran bodohku saja

 

 

Terkadang aku ingin tau apa isi pikiran para Perindu itu?

Para Perindu bilang bahwa kau layaknya Matahari yang Terbit saat Fajar tiba, membelah kegelapan secara perlahan, tapi pasti.

Para Perindu itu bilang bahwa kau layaknya oase ditengah gurun, memberikan harapan bagi para musafir, setidaknya untuk sejenak beristirahat.

Para Perindu bilang bahwa kau layaknya payung disaat hujan, cahaya bulan disaat gelap, coklat hangat dikala dingin, daan lainya.

Sepertinya Para Perindu itu sepakat bahwa kau memang layak dinantikan.

Namun sayang, aku bukan bagian dari Para Perindu itu.

Walaupun ingin, tapi tampaknya dan memang nyatanya belum pantas.

 

 

Marhaban Yaa Ramadhan

Marhaban Yaa Syahru Shiyaam

Marhaban Yaa Syahru Mubaarak

Marhaban Yaa Syahru Magfirah

 

Maaf aku tak sempat menyiapkan diri dengan baik menyambut kedatanganmu,

Maaf karna aku terlalu sibuk dengan angka-angka, dengan formula-formula, bahkan dengan perasaan yang sebenarnya aku juga heran. “Siapa mereka?”

Dengan segala keterbatasan, aku berjanji untuk melayanimu dengan sebaik-baik pelayanan.

Rabbii saksikanlah, ini semua untukmu

Semoga diakhir nanti aku dapat mencapai anak tangga kebijaksanaan sehingga dapat disebut layak untuk merindukan kedatangamu selanjutnya.

Bersama Para Perindu tentunya …

Advertisements