Saya Bukan Ikhwan

Salamu’alaikum wr wb

Alhamdulillahirabbil’aalamiin ….

Kalimat tasbih sangat pantas terucap rasanya menggambarkan apa yang telah terjadi hari ini, syukran Rabbii karna masih mempercayakan hambamu ini untuk melangkah di Bumi-Mu, syukran Rabbii masih memberi stok oksigen untuk hambamu ini, syukran Rabbii karna tidak menagih apa-apa yang telah kau berikan kepada hamabamu ini.  Syukraan Katsiir Rabbii  😀

Hmm sebelumnya untuk para pembaca, untuk yang gak sengaja nge-klik link ini, untuk para Kepowan dan Kepowati ga usah terlalu serius bacanya ya, ini bukan artikel keagamaan, ini bukan artikel tentang ilmu politik, ini hanya bentuk luapan expresi yang meletus, memuntahkan kata-kata yanmg mewakili nya <lebay>

Alhamdulillah setelah sekain lama akhirnya bisa kumpul-kumpul lagi sama temen-temen harokah dari sekolah lain, karna factor kebetulan juga ada event yang akhirnya bisa menyatukan kami kembali para bujang-bujang kece .. hehehe. Ngobrol bareng soal dakwah, bisnis, kegiatan-kegiatan sampe ke ta’aruf  *ehh… menambah kehangatan forum dadakan di mesjid Cimut itu.

Namun ada suatu hal yang sebenarnya hal ini memang sudah lumrah di kalangan para jenggoters *sebutan buat para aktipis* tapi bagi saya, ini semua tidak se-simple itu, ini semua terasa tabu untuk disandangkan, “Ikhwan”

Continue reading

Advertisements